HERI KUSNADI ( 081919413345 )

Di mohon tinggalkan pesan dan komentar.

HERI KUSNADI ( 081919413345 )

Di mohon tinggalkan pesan dan komentar.

HERI KUSNADI ( 081919413345 )

Di mohon tinggalkan pesan dan komentar.

HERI KUSNADI ( 081919413345 )

Di mohon tinggalkan pesan dan komentar.


KLIK BISNIS USTAD YUSUF MANSUR

Jumat, 15 Oktober 2010

Simulasi Kartu “Berpikir Multi Dimensi”


TUJUAN
  • Memberikan arahan kepada peserta agar dapat berpikir multidimensi dalam memecahkan masalah
  • Menumbuhkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah
  • Peserta tidak terpaku pada cara berpikir lama

                 IDE PERMAINAN : Peserta diberikan 4 jenis kartu disertai angka yang masing-masing kartu menunjukkan operasi matematika. Misalnya :

            Kartu Hijau     :           Penjumlahan 
            Kartu Merah   :           Pengurangan
            Kartu Kuning  :           Perkalian
            Kartu Putih     :           Pembagian
Peserta diberikan angka – selanjutnya disebut masalah – dan permainannya adalah peserta harus mencapai angka yang diberikan dengan kartu-kartu yang telah diberikan tersebut.
Misalnya :
            Diberikan angka : = 8
Maka dapat dipecahkan dengan memakai kartu angka 4 (warna sembarang) disejajarkan dengan kartu angka 2 warna kuning atau kartu angka 4 warna hijau sehingga diperoleh operasi matematika :
            4 x 2 = 8                      atau     4 + 4 = 8

                 PERALATAN

  1. Kartu untuk setiap kelompok dan papan / kertas karton
  2. Board Marker dan kertas untuk refleksi

                 TAHAPAN PERMAINAN :

Tahap 1   :    Pendahuluan (10 menit) :
  • Pembagian kelompok
  • Penjelasan aturan permainan
  • Pembagian kartu
Tahap II  :  Permainan dan pemeriksaan hasil (40 menit)
            Bagian I          :
  • Peserta menyelesaikan ‘masalah’ dengan memakai susunan 2 kartu. (Yaitu 12, 15, 18) (2 menit)
  • Susunan berikutnya 3 kartu (2 menit)
  • Susunan berikutnya 4 kartu (2 menit)
Masing-masing angka yang diberikan diselesaikan dalam 2 menit dengan menggunakan sebanyak-banyak kartu yang digunakan
Angka dituliskan di kertas karton besar/ papan yang ditidurkan
Bagian II :
(Angka (6 s/d 10) dari kartu Hijau dan Kuning serta angka (1 s/d 5) dari kartu Merah dan Putih dihilangkan/ diambil) Selanjutnya prosesnya sama dengan bagian I
            Catatan :Pendamping kelompok mencatat operasi-operasi pada tiap bagian yang paling banyak digunakan Bila dirasa waktu terlalu panjang, bisa dibatasi
            Bagian III :
Perintah hampir sama dengan permainan bagian I, tetapi ketiga angka yang disodorkan harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan dengan kartu yang tersedia (4 menit)
Tahap III Refleksi (10 menit)
  1. Fasilitator mencoba mengeksplor penangkapan peserta tentang materi simulasi
  2. Sebenarnya simulasi ini dimaksudkan untuk :
    1. Peserta dapat berpikir ‘multidimensi’ dengan segala batasan yang diberikan
    2. Menumbuhkan sikap optimis bahwa selalu saja ada jalan keluar dari setiap masalah
    3. Cara penyelesaian dapat bermacam-macam bentuk (dalam hal ini formasi)
  3. Apabila ada kecenderungan bahwa peserta hanya  menggunakan 1 atau 2 operasi tanda matematika saja, harus dikritisi bahwa jangan terpaku pada 2 tanda operasi saja. (Maksudnya jangan terpaku hanya pada 1 cara saja)
  4. Bila pada bagian III ada angka “masalah” yang tidak terisi, maka fasilitator harus menyadarkan bahwa seharusnya diisi semua. Biarpun tidak tepat benar hasilnya, maka sebenarnya itulah alternatif terbaik bila hasilnya mendekati
Contoh Formasi Kartu (angka) :
Tahap I (dua kartu) :
3 x 4,   6 x 2    =          12
3 x 5,   5 x 3    =          15
6 x 3,   9 x 2    =          18

Tahap II (tiga kartu) :
10 x 1 + 2,       9 x 2 – 6                       =          12
7 x 3 – 6,          5 x 2 + 3                      =          15
5 x 3 + 3,         4 x 4 + 2                      =          18

Tahap III (empat kartu) :
7 x 2 + 4 – 6     =          12
10 – 8 + 1        =          12 – 9
6 x 4 + 1          =          15 – 10
8 x 2 + 2          =          15 + 3
10 x 2 + 2        =          18 + 4
7 x 3 + 3          =          18 + 6
7 x 3 + 3 – 6     =          18

Permainan untuk Menghangatkan, Kerjasama dan Komunikasi

Game untuk menghangatkan, kerjasama dan komunikasi
==========================
1. Menghitung Mundur
Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat atau siswa, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat atau siswa hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah kebiasaan atau cara pandang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, simbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari ‘kebudayaan’ kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat atau siswa untuk menerima hal–hal yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat atau siswa, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka.
Game dalam Pelatihan (II)
Langkah – langkah :
  • Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta)
  • Pada saat menghitung, minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka ‘tujuh’ atau ‘ kelipatan tujuh’, angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
  • Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya, maka permainan dimulai dari awal.
  • Sesudah 3 – 4 ronde, permainan tahap 1 selesai
  • Permainan tahap – 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas, tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. Peraturan yang diterapkan juga sama, yaitu setiap angka ‘tujuh’ atau angka ‘kelipatan tujuh’ , angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan.
  • Setelah 3-4 ronde, permainan selesai.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan, cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira, apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah – tengah kehidupan masyarakat kita ( apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah ) ?.
==========================
2. Memahat Patung
Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain.
Langkah – langkah :
  • Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan;
  • Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri.
  • Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya (misal : tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb)
  • Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat (selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara)
  • Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri ?
  • Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ?
  • Kemudian diskusikan bersama peserta : Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? Apakah anak – anak bisa ? Apakah orang dewasa bisa ? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini ?
=========================================
3. Memasukan Spidol ke Botol
Langkah–langkah :
  • Jelaskan kepada peserta bahwa sebelum membahas modul, akan dimulai dengan permainan memasukkan pensil ke dalam botol. Sebelum permainan dimulai siapkan terlebih dahulu sebuah botol yang bisa dimasuki pensil. Sebuah pensil yang diikat oleh 4 utas tali rapia, dengan panjang masing – masing 2 meter. Tali rapia tersebut harus bisa ditarik ke empat arah yang berbeda.
  • Mintalah 8 orang peserta sebagai sukarelawan, sedangkan peserta lain menjadi pengamat.
  • Tugaskan 8 orang peserta tersebut untuk berpasangan (menjadi 4 pasang), pasangan – pasangan tersebut berdiri membentuk lingkaran dimana di tengah – tengah lingkaran diletakkan sebuah botol. Salah seorang dari setiap pasangan ditutup matanya dan bertugas untuk memegang tali rapia yang mengikat pensil. Pasangan yang tidak ditutup matanya, berdiri di belakang yang ditutup matanya dan memberikan perintah (aba – aba) untuk memasukkan pensil tersebut ke dalam botol.
  • Apabila peserta belum berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, mintalah mereka untuk mencoba beberapa kali sampai berhasil.
  • Setelah selesai permainan, tanyakan kepada peserta :
  • Mengapa mereka memilih pasangannya masing – masing?
  • Cukup mudahkah atau susah untuk memasukkan pensil ke dalam botol?
  • Kalau mudah apa saja faktor yang mempengaruhi hal tersebut menjadi mudah?
  • Apabila susah, apa saja yang membuat hal tersebut menjadi susah?
  • Apa yang dirasakan oleh pasangan yang matanya ditutup?
  • Adakah interaksi atau komunikasi antara pasangan yang satu dengan pasangan yang lain?
  • Tanyakan kepada para pengamat, apa yang mereka amati selama proses permainan berlangsung?
Dari pertanyaan tersebut temukan kata kunci dari peserta : untuk dapat berhasil memasukkan pensil ke dalam botol, memerlukan kerjasama di antara mereka, tanpa kerjasama akan sulit untuk mencapai tujuan bersama.
  • Bahas bersama peserta faktor–faktor yang bisa mempengaruhi dan menghambat kerjasama.
Game untuk Menghangatkan, Kerjasama dan Komunikasi
==========================

muantap cuy

ini adalah pohon dengan beberapa wajah pemimpin dunia. Wajah siapakah yang ada dipohon ini ?






Cobalah baca tulisan di atas. Jika belum terbaca pasti anda menderita rabun dekat (he..he. he..)..Cobalah mundur sampai terbaca tulisannya. Tulisan apakah itu?



Dapatkah anda membuat segitiga seperti gambar di atas menggunakan 9 kubus.



Lihatlah gambar di atas dengan cermat. Apakah itu gambar bapak tua atau ibu muda atau wajah seorang berkepala botak.



Coba tebak, apakah mungkin orangnya naik tangga terus, tidak pernah turun bisa kembali ke tempat semula?

game mentor


1. Kenalan Yuk


 Mintalah peserta untuk berpasanganØUkhuwah Islamiyah Mengenalkan diri sehingga semua peserta saling mengenal satu sama lain

 Mintalah peserta dengan masing-masing pasangannya untuk saling berkenalan meliputi hal-hal berikut ini :Ø

 Nama lengkapØ

 AlamatØ

 Asal sekolahØ

 Asal daerahØ

 HobiØ

 Cita-citaØ

 Mintalah peserta dan masing-masing pasangannya untuk secara bersilang mengenalkan diri mereka.Ø

2. Darimana Datangnya Lintah Meaning Of Life Peserta mengetahui asal usul kejadian makhluk hidup dan memahami arti kehidupan Tahap I :

 Apakah manusia itu hewan yang dapat berfikir? Mari kita buktikan (Kelompokkan peserta dalam 3 kelompok)Ø

 Masing-masing kelompok diminta memilih satu jenis binatangØ

 Masing-masing kelompok diminta memberikan penjelasan tentang :Ø

 Dari mana asal kejadian binatang ituØ

 Untuk apa binatang itu hadir di alamØ

 Apa yang dikerjakannya selama hidupØ

 Kemana kira-kira setelah matiØ

Tahap II :

 Masing-masing kelompok diminta menjelaskan tentang manusiaØ

 Darimana asal kejadiannyaØ

 Untuk apa hadir di duniaØ

 Apa yang akan dikerjakannyaØ

 Kemana setelah matiØ

 Ditekankan pentingnya memahami arti kehidupan karena penciptaanØ dirinya ke dunia ini bukan sekedar main-main saja tapi memiliki keunggulan yang akan dipertanggung-jawabkan. (QS. Al-Mu’minun (23) : 115 – 118 ; Adz-dzariyat (51) : 21)

3. Ayo Berhitung Ayo Mengaji Peserta memahami pentingnya ilmu dalam memudahkan penyelesaian masalah, dan dengan ilmu orang berpeluang berbuat kebaikan lebih banyak

Tahap I :

 Mintalah masing-masing peserta untuk menghitung jumlah angka 1 sampai 50 dengan cepat. Beri waktu maksimal 3 menit.Ø

 Mintalah mereka yang berhasil menghitung dengan cepat, bagaimana caranya memperoleh hasil tersebut.Ø

Tahap II :

 Ajarkan cara menghitung yang lebih cepat dengan cara menjumlah 1 dan 50, 2 dan 49, 3 dan 48, dst sampai 50 dan 1.Ø

 Sehingga diperoleh angka : 51 x 25 = 1275Ø

 Mentee mengetahui bahwa bangunanØ4. Yuk Bikin Rumah Indahnya Islam  rumah pasti terdiri dari pondasi (asas), bangunan (bina’) dan penyokong / pelindung / pagar (mu’ayidat) semakin besar dan kokoh maka dibutuhkan pondasi dll- harus kokoh

 Mentee paham bahwa membangun rumah pasti dimulai dari pondasi danØ seterusnya, demikian ketika kita ingin membangun Islam dalam diri kita harus bertahap.

 Peserta di bagi beberapa kelompok 3 – 5 orangØ

 Di minta membuat / menggambar Rumah Idaman dengan tahapan :Ø

 Mendiskusikan bagaiama tahapan proses membuat rumahØ

 Menulis tahapan dan membuat gambaran sebuah rumah jadiØ



5. Ta’aruf Semua materi Mengenalkan teman pasangannya dengan terlebih  Setiap peserta mendapatkanØdulu saling bertukar informasi data diri  satu orang sebagai pasangan permainannya

 Pasangan tersebut bisa diperoleh dengan cara undian, tebakan, menyatukan pantun yang terpisahØ

 Setiap pasangan terlebih dulu saling bertukar data diri dengan waktu kurang lebih 5 menit.Ø

 Setiap peserta mengenalkan pasangannya dengan menyebutkan namaØ lengkap, nama panggilan, TTL, alamat asal dan sekarang, pekerjaan, jumlah saudara, hobby dll.

 Peserta yang tidak berada didepan boleh menanyakan kepada peserta yangØ sedang mengenalkan pasangannya, kalau tidak tahu boleh bertanya pada pasangannya tetapi dengan cara berbisik.

 Pasangan yang sedang dikenalkan tidak boleh menjawab pertanyaan atas dirinya.Ø

 Setiap pasangan diberi waktu untuk saling mengenalkan pasangannya selama 5 menit.Ø

 Catatan : Boleh mencatat data pasangannyaØ

6. Ta’aruf Berantai Semua materi Tujuannya untuk melatih konsentrasi  Peserta berjajar dalam suatu barisan yang panjang (kalau bisaØpeserta  posisinya melingkar)

 Permainan dimulai dengan peserta nomor 2 atau orang kedua menanyakan nama orang 1 (Siapa namanya ?)Ø

 Saat dijawab oleh orang 1, orang ke-2 bertanya kembali (Siapa ?, seperti orang kurang dengar)Ø

 Setelah mendapat jawaban yang kedua, baru orang ke-2 menyampaikan nama orang ke-1 pada orang ke-3Ø

 Orang ke-3 juga pura-pura nggak dengar dan menanyakan kembali dengan pertanyaan, Siapa ?Ø

 Orang ke-2 tidak boleh langsung menjawab, tetapi harus bertanya kembali pada orang ke-1, demikian seterusnyaØ

 Jadi sumber beritanya hanya orang ke-1 saja.Ø

7. Cerita Bernomor Semua materi Tujuannya untuk melatih konsentrasi  Peserta diminta berhitungØpeserta dan memudahkan mengenal peserta lain  dan angka punggungnya harus dihafal

 Instruktur akan bercerita yang didalamnya menyebut angkaØ

 Bila instruktur menyebut angka salah satu peserta, maka pesertaØ tersebut harus segera tunjuk tangan dan menyebutkan nama dan alamatnya

8. Samson Delila Semua materi Salah satu cara untuk mengundi dalam  Peserta dibagi dalam 2Ømemulai satu permainan (seperti Sut/ Suit)  kelompok besar (5 sampai 15 orang)

 Pilihan undian adalah SAMSON, DELILA dan SINGA dengan ketentuan sebagai berikut :Ø

 SAMSON mengalahkan SINGAØ

 SINGA mengalahkan DELILAØ

 DELILA mengalahkan SAMSONØ

 Setiap kelompok menyepakati lebih dulu pilihan undiannyaØ

 Saat aksi, seluruh peserta memperagakan gerakan pilihannya sesuai dengan petunjukØ

Ø9. 1234 Semua materi Menyebutkan 1234 dengan variasi semacam not balok  Instruktur menuliskan 1234 di papan dengan susunan sebagai berikut :

1 2 3 4

1 2 3 4

1 2 3 4

1 2 3 4



 Peserta diminta untuk membaca secara serentak mulai dari kiri atas terus ke kanan sampai angka terakhirØ

 Kemudian peserta diminta lagi untuk membaca angka sebagaimana diatas,Ø tetapi pada angka yang diberi tanda garis tidak bersuara, dengan ketukan atau KARINA yang sama

 Digunakan untuk menghukum pesertaØ10. Topi Saya Bundar Semua materi Peserta diminta menyanyi topi saya bundar dengan variasi

 Diusahakan agar pesertanya lebih dari 1Ø

 Peserta diminta menyanyi topi saya bundarØ

 Sekali lagi diminta nyanyi lagu tersebut, dengan kata topi diganti kata ‘ehem’Ø

11. Balonku Ada Lima Semua materi Peserta diminta menyanyi balonku ada  Digunakan untuk menghukum peserta/ mengurangiØlima dengan variasi  ketegangan

 Diusahakan agar pesertanya lebih dari 1Ø

 Peserta diminta menyanyi syukurØ

 Menyanyi lagu syukur dengan syairnya balonku ada limaØ

Ø12. Senam Coconut Semua materi Senam dengan gerakan C, O, C, O, N, U, T  Peserta diminta untuk senam dengan gerakan C, O, C, O, N, U, T yang ditunjukkan oleh instruktur

 Gerakan senam semakin cepatØ

13. Senam RCTI Semua materi Beberapa gerakan kecil yang diakhiri dengan  Peserta diminta untuk melakukan gerakan kecil agar suasanaØiklan RCTI  menjadi segar

 Sesuai dengan petunjuk instruktur, akhirnya membentuk posisi sebagaimana iklan RCTIØ

Ø14. Darat Laut Semua materi Tebakan menyebut hewan darat / laut  Intruktur akan menunjukkan peserta secara acak sambil bilan ‘darat’ atau ‘laut’

 Pada saat disebut darat, maka peserta yang ditunjuk harus menyebutØ salah satu hewan darat, demikian pula kalau disebut laut, maka harus menyebut hewan laut

15. Tembak-Tembakan Semua materi Melatih kekompakan dengan cara gerakan  Peserta dibagi dalam 4 kelompok,Øtembak menembak yang serempak  masing-masing disebut kelompok (mis: Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Madura)

 Masing-masing kelompok harus siap menembak dengan urutan pekerjaØan sebagai berikut :

 Secara serempak bilang ‘siap’Ø

 Dilanjutkan dengan gerakan kokangØ

 Ada komandu pemimpin pasukan untuk menyerbu salah satu kelompokØ

 Kelompok yang ditembak harus melakukan serupa untuk menembak kelompok lainnya lagi, demikian seterusnyaØ

16. Tahu Mampu Mau Semua materi Gerakan tangan untuk melatih konsentrasi  Masing-masing peserta diajarkan gerakan Tahu Mampu Mau (Tahu denganØ menunjuk kening, Mampu dengan mengepal kedua tangan dan Mau dengan menunjuk dada)

 Setelah berulang kali peserta bisa melakukan dengan baik, makaØ instruktur melakukan lagi dengan gerakan yang berlainan dengan aba-aba yang diberikannya

Rabu, 13 Oktober 2010

mutiara kata

Dulu ketika kekayaan besar hanya dapat dibuat oleh perang, perang adalah bisnis; tetapi sekarang ketika kekayaan besar hanya dapat dibuat oleh bisnis, Bisnis adalah perang!
Formerly when great fortunes were only made in war, war was business; but now when great fortunes are only made by business: Business is war!
John Christian Bovee




Orang yang sukses adalah seseorang yang menemukan permasalahan dalam bisnis nya sebelum orang lain.
The successful man is the one who finds out what is the matter with his business before his competitors do.
Roy L. Smith

Keberhasilan dalam bisnis sama dengan seperti mengendarai sepeda. Kalau kita tidak terus maju, kita akan jatuh.
Anonim




Ahli bisnis memancing di air bergelombang, anda seharusnya memancing disitu karena ikan besar pengiring ikan kecil berenang ke permukaan.. Dalam setiap krisis, pasti ada yang mendapat keuntungan besar.
The business expert fishing in the surging water, you should be fishing there because the big fish escorting little fish swim to the surface .. In every crisis, there is certainly a big benefit.
Robert Kuok Hock Nien

Jika anda melihat suatu bisnis yang berani, berarti anda telah melihat seseorang mengambil keputusan dengan berani.
Anonim




Jika Anda dapat menjalankan sebuah bisnis dengan baik, Anda dapat menjalankan bisnis apa pun dengan baik.
If you can run one business well, you can run any business well.
Richard Branson

Bisnis seperti minyak, sulit dicampur dengan apapun kecuali dengan bisnis juga.
Anonim

Komputer Generasi VI : Masa Depan

Komputer Masa Depan
Dengan teknologi komputer yang ada saat ini, agak sulit untuk dapat membayangkan bagaimana komputer masa depan. Dengan teknologi yang ada saat ini saja kita seakan sudah dapat “menggenggam dunia”. Dari sisi teknologi beberapa ilmuan komputer meyakini suatu saat tercipta apa yang disebut dengan biochip yang dibuat dari bahan protein sitetis. Robot yang dibuat dengan bahan ini kelak akan menjadi manusia tiruan. Sedangkan teknologi yang sedang dalam tahap penelitian sekarang ini yaitu mikrooptik serta input-output audio yang mungkin digunakan oleh komputer yang akan datang. Ahli-ahli sains komputer sekarang juga sedang mencoba merancang komputer yang tidak memerlukan penulisan dan pembuatan program oleh pengguna. Komputer tanpa program (programless computer) ini mungkin membentuk ciri utama generasi komputer yang akan datang.

Kemungkinan Komputer Masa Depan
Secara prinsip ciri-ciri komputer masa mendatang adalah lebih canggih dan lebih murah dan memiliki kemampuan diantaranya melihat, mendengar, berbicara, dan berpikir serta mampu membuat kesimpulan seperti manusia. Ini berarti komputer memiliki kecerdasan buatan yang mendekati kemampuan dan prilaku manusia. Kelebihan lainnya lagi, kecerdasan untuk memprediksi sebuah kejadian yang akan terjadi, bisa berkomunikasi langsung dengan manusia, dan bentuknya semakin kecil. Yang jelas komputer masa depan akan lebih menakjubkan.

Kamis, 07 Oktober 2010

Qincay kamai nan ilok,,,

Sejarah

A. Pemerintahan.

Satu kelompok masyarakat di dalam satu kesatuan dusun dipimpin oleh kepala dusun, yang juga berfungsi sebagai Kepala Adat atau Tetua Adat. Adat istiadat masyarakat dusun dibina oleh para pemimpin yang jabatannya yaitu Depati dan Ninik Mamak. Dibawah Depati ada Permenti (Rio, Datuk dan Pemangku) merupakan gelar adat yang mempunyai kekuatan dalam segala masalah kehidupan masyarakat adat. Wilayah Depati Ninik Mamak disebut ‘ajun arah’. Struktur pemerintahan Kedepatian:
1. Depati Empat Pemangku Lima Delapan Helai Kain Alam Kerinci, berpusat di Rawang;
2. Depati Empat Tiga Helai Kain, berpusat di Pulau Sangkar;
3. Pegawe Rajo Pegawe Jenang Suluh Bindang Alam Kerinci, berpusat di Sungai Penuh;
4. Siliring Panjang atau Kelambu Rajo, berpusat di Lolo;
5. Tigo Luhah Tanah Sekudung, Siulak;
6. Lekuk Limo Puluh Tumbi, bepusat di Lempur;



Kekuatan Depati menurut adat dikisahkan memenggal putus, memakan habis, membunuh mati. Depati mempunyai hak yang tertinggi untuk memutuskan suatu perkara. Dalam dusun ada 4 pilar yang disebut golongan 4 jenis, yaitu golongan adat, ulama, cendekiawan dan pemuda. Keempat pilar ini merupakan pemimpin formal sebelum belanda masuk Kerinci 1903. Sesudah tahun 1903, golongan 4 jenis berubah menjadi informal leader. Pemerintahan dusun(pemerintahan Depati) tidak bersifat otokrasi. Segala masalah dusun, anak kemenakan selalu diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

Ninik Mamak mempunyai kekuatan menyelesaikan masalah di dalam kalbunya masing-masing. Dusun terdiri dari beberapa luhah. Luhah terdiri dari beberapa perut dan perut terdiri dari beberapa pintu, didalam pintu ada lagi sikat-sikat. Bentuk pemerintahan Kerinci sebelum kedatangan Belanda dengan system demokrasi asli, merupakan system otonomi murni. Eksekutif terdiri dari Depati dan Ninik Mamak. Legislatif adalah Orang Tuo Cerdik Pandai sebagai penasihat pemerintahan. Depati juga mempunyai kekuasaan menghukum dan mendenda diatur dengan adat yang berlaku dengan demikian dwi fungsi Depati ini adalah sebagai Yudikatif dusun. Ini berlaku sampai sekarang, untuk pemerintah desa pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang dipergunakan untuk kepentingan memperkuat penjajahannya di Kerinci.

B. Hubungan Kekerabatan

Masyarakat Kerinci menarik garis keturunan secara matrilineal, artinya seorang yang dilahirkan menurut garis ibu menurut suku ibu. Suami harus tunduk dan taat pada tengganai rumah, yaitu saudara laki-laki dari istrinya. Dalam masyarakat Kerinci perkawinan dilaksanakan menurut adat istiadat yang disesuaikan dengan ajaran agama Islam.

Hubungan kekerabatan di Kerinci mempunyai rasa kekeluargaan yang mendalam. Rasa sosial, tolong-menolong, kegotongroyongan tetap tertanam dalam jiwa masyarakat Kerinci. Antara satu keluarga dengan keluarga lainnya ada rasa kebersamaan dan keakraban. Ini ditandai dengan adanya panggilan-panggilan pada saudara-saudara dengan nama panggilan yang khas. Karena antar keluarga sangat peka terhadap lingkungan atau keluarga lain. Antara orang tua dengan anak, saudara perempuan seibu, begitupun saudara laki-laki merupakan hubungan yang potensial dalam menggerakkan suatu kegiatan tertentu.

C. Hubungan Kemasyarakatan

Struktur kesatuan masyarakat Kerinci dari besar sampai yang kecil, yaitu kemendapoan, dusun, kalbu, perut, pintu dan sikat. Dalam musyawarah adat mempunyai tingkatan, pertimbangan dan hukum adat, berjenjang naik, bertangga turun, menurut sko yang tiga takah, yaitu sko Tengganai, sko Ninik Mamak dan sko Depati.

Perbedaan kelas dalam masyarakat Kerinci tidak begitu menyolok. Stratifikasi sosial masyarakat Kerinci hanya berlaku dalam kesatuan dusun atau antara dusun pecahan dengan dusun induk. Kesatuan ulayat negeri atau dusun disebut parit bersudut empat. Segala masalah yang terjadi baik masalah warisan, kriminal, tanah dan sebagainya selalu disesuaikan menurut hukum adat yang berlaku.

D. Hubungan Kerinci Dengan Dunia Luar

Sejak zaman prasejarah Kerinci telah terbuka dan mempunyai hubungan dengan daerah luar, dibuktikan dengan penemuan bejana perunggu yang berbentuk seperti periuk, langseng dan gepeng. Bentuk dan ukiran bejana tersebut sama dengan yang ditemukan di pulau Madura. Ukiran kedua bejana tersebut sangat indah, hiasan ukiran berupa gambar-gambar geometris dan berpilin mirip huruf “J”.

Persumpahan di Bukit Setinjau Laut Lunang antara Kerinci, Jambi dan Indrapura (Minangkabau) merupakan jalinan persahabatan yang akrab antara tiga kerajaan tersebut. Persumpahan itu membicarakan masalah saling bantu membantu antara satu daerah dengan daerah lain, baik sosial ekonomi maupun bidang pertahanan.

Pesisir Andalas diduduki Belanda pada tahun 1666 M, kemudian pada tanggal 19 Agustus 1781 Pesisir Barat Sumatra diduduki oleh Inggris, kemudian pada 1819 Inggris mengembalikan lagi kepada Belanda. Pada waktu itu penduduk Kerinci telah banyak yang berdagang ke luar daerah seperti Muko-muko, Tapan, Indrapura, Bangko dan Jambi dengan membawa hasil pertanian seperti kopi, beras dan hasil bumi lainnya. Banyak pula yang merantau ke Tanah Seberang atau Semenanjung Malaya dan seterusnya mereka menunaikan ibadah haji dari Malaya ke Makkah.

E. Perang Kerinci Tahun 1901 – 1903

Belanda berupaya mencari jalan ke Kerinci. Mula-mula pada tahun 1900 dari Muko-muko dikirim pasukan Belanda mengadakan patroli di Bukit Setinjau Laut. Di puncak Gunung Raya Belanda mendirikan sebuah pesangrahan dan memasang satu tanda sebagai peringatan kedatangan mereka. Setelah diketahui adanya Belanda yang akan menyerang Kerinci, maka rakyat Kerinci menjadi gempar dan marah, karena orang Belanda yang datang itu di anggap kafir, Penduduk Kerinci 100% penganut Islam, tentu kedatangan Belanda tidak disukai.

Pertempuran pertama di Renah Manjuto berkecamuk antara hulubalang Kerinci dengan pasukan Belanda di bawah pimpinan Depati Parbo. Akibat pertempuran itu di bawah komando Depati Parbo korban dipihak Belanda banyak sekali hingga mereka gagal memasuki kerinci. Ketika itulah pada tahun 1901 Perang Kerinci melawan penjajahan Belanda dimulai. Pada bulan Oktober 1901, 120 orang pasukan belanda berada di Indrapura bersiap menyerang Kerinci. Pada bulan Maret 1902, 500 orang pasukan Belanda di bawah Komandan Bolmar mendarat di Muaro Sakai, Tuanku Regen sebagai penunjuk jalan masuk Kerinci. Belanda menyerang dari tiga jurusan:

1. dari Renah Manjuto;
2. dari Koto Limau Sering;
3. dari Temiai.

Perang hebat terjadi di tiga tempat tersebut. Setelah koto Limau Sering dikuasai, pasukan Belanda turun memasuki ke lembah Kerinci. Dalam perang di Pulau Tengah yang di pimpin oleh seorang ulama terkenal masa itu yakni Haji Ismail dan wakilnya Haji Husin, telah bergabung pula para hulubalang dari dusun-dusun lainnya di Kerinci. Itulah sebabnya dalam sejarah perang Kerinci, pertempuran didusun ini merupakan pertempuran yang tersengit dan terlama (lebih kurang tiga bulan). Pulau Tengah diserang oleh Belanda sejak tanggal 27 Maret 1902 dari 3 jurusan, yaitu:

1. dari jurusan Timur; Sanggaran Agung – Jujun;
2. dari jurusan Utara; Batang Merao – Danau Kerinci;
3. dari jurusan Barat; Semerap –Lempur Danau.


Serangan terakhir untuk Pulau Tengah dilakukan Belanda pada tanggal 9-10 Agustus 1903 dengan membakar Dusun Baru, perlawanan rakyat dapat mereka selesaikan. Setelah Pulau Tengah jatuh ketangan belanda tanggal 10 Agustus 1903, yang mana pada hakekatnya perang Kerinci telah selesai, namun perlawanan kecil masih terjadi di sana-sini. Terakhir pasukan Belanda menjatuhkan serangan ke Lolo, markas panglima Perang Kerinci Depati Parbo. Pertempuran selama 5 hari di sini, dan akhirnya Belanda dapat membujuk Depati Parbo mengadakan perundingan damai. Dalam perundingan inilah Depati Parbo di tangkap dan di buang ke Ternate, Setelah Kerinci aman pada tahun 1927,atas permohonan kepala-kepala Mendapo di Kerinci kepada Pemerintah Belanda, Depati Parbo dibebaskan dan kembali ke Kerinci.


F. Kerinci Setelah Perang Depati Parbo

Setelah perang Kerinci selesai, terbentuklah system pemerintahan Kolonial Belanda. Tahun 1916 Onder Afdelling Kerinci dibagi 3 Onder Distrik yaitu:

1. Onder Distrik Kerinci Hulu dengan ibu kota berkedudukan di Semurup.
2. Onder Distrik Kerinci Tengah dengan ibu kota berkedudukan di Sungai Penuh.
3. Ondre Distrik Kerinci Hilir berkedudukan di Sanggaran Agung.

Pada tahun 1922 Kerinci menjadi Afdelling Kerinci Painan dalam Kepresidenan Sumatra Barat, Belanda menyadari bahwa kekuasaan tokoh-tokoh adat di dusun-dusun dibutuhkan. Tokoh adat ini digunakan oleh Belanda untuk memperkuat penjajahan di Kerinci. Belanda membentuk pemerintahan kemendapoan. Kemendapoan langsung di bawah Onder Distrik yang tiga tadi. Dibawah Kemendapoan terdapat pemerintahan dusun-dusun atau Kepala Dusun dan dibawahnya ada Ninik Mamak. Pemerintahan Kemendapoan tetap berjalan sampai dikeluarkannya UU Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, dengan keluarnya UU ini berakhirlah pemerintahan Kemendapoan di Kerinci.

G. Organisasi Yang Ada di Kabupaten Kerinci

Di Kerinci sejak penjajahan Belanda dan Jepang, ada dua organisasi besar yang banyak pengikutnya, yaitu:

1) Organisasi Muhammadiyah / Aisyiah dan organisasi kepanduannya Hizbulwatan.
2) Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).
Organisasi Muhammadiyah Aisyiah masuk ke Kerinci tahun1938 dibawa oleh Buya Zainal Abidin Syuib yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Sebagian besar penduduk Kerinci adalah menjadi anggota Muhammadiyah / Asyiah dan yang lainnya adalah menjadi anggota Organisasi Tarbiyatul Islamiyah (PERTI). Kedua organisasi ini sejak penjajahan Belanda, terlebih-lebih pada zaman Kemerdekaan RI menjadi pelopor kemajuan Umat Islam di Kerinci. Setelah berjalannya Pemerintahan RI (sesudah pemulihan kedaulatan) banyak sekali para ulama dan pemimpin-pemimpin rakyat menjadi anggota pemerintahan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci.

H. Kedatangan Jepang

Pada awal bulan Maret 1942 Jepang menyerbu ke Indonesia. Setelah Jepang memasuki daerah Sumatra Barat, maka pemuda A. Thalib pulang ke daerah kelahirannya yaitu Kerinci sewaktu Jepang membentuk “Pemuda Nippon Raya” yang berada dibawah pimpinan Khatib Sulaiman untuk daerah Sumatra barat, maka A.Thalib juga berusaha untuk membentuk ”Pemuda Nippon raya” untuk daerah Kerinci.

I. Sikap Rakyat Terhadap Jepang

Setelah Jepang menduduki Kerinci, Pemerintahan Militer Angkatan Darat dilaksanakan di Kerinci. Pemerintahan di Kerinci dikepalai oleh seorang Kepala Pemerintan yang disebut Busutzo. Pusat Pemerintahan pada masa itu dirumah bekas Konteler Belanda, sedangkan pasukan Jepang bermarkas dilokasi Kodim 0417 Kerinci sekarang. Keadaan sosial ekonomi rakyat Kerinci mulai dikuasai, termasuk pembatasan hak terhadap menjalankan syariat Islam serta penindasan terhadap ekonomi rakyat. Rasa takut yang sangat terhadap Kempetai Jepang, terkenal dengan sebutan MP Jepang melumpuhkan semangat dan mentalitas rakyat Kerinci.

Dibawah pemerintahan Militer Jepang keadaan pendidikan di Kerinci hanya bertujuan untuk mendidik pemuda kader Jepang.dibawah pemerintahan Militer yang keras rakyat Kerinci dibawa Jepang kepada satu tujuan, yaitu untuk memenangkan perangnya melawan pasukan sekutu. Dibawah penindasan Pemerintahan Militer Jepang, rakyat Kerinci sangat menderita dan perekonomiannya hancur luluh. Padi rakyat diambil Jepang ditengah sawah atau dipaksa dikeluarkan dari lumbung untuk makanan serdadu Jepang. Dengan adanya perampasan itu maka rakyat Kerinci kekurangan beras.

Penjelasan dan berita bahwa Indonesia akan merdeka didapat dari pasukan Jepang yang pulang ke Kerinci. Mendengar hal itu pada pertengahan tahun 1945 golongan ulama, adat, cerdik pandai di Kerinci mulai giat melaksanakan persiapan mencari siasat untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang.


KERINCI MASA PROKALAMASI DAN PENYERAHAN KEDAULATAN

Proklamasi kemerdekaan RI di ketahui di kerinci tanggal 23 Agustus 1945, setelah utusan dari Padang menemui H. Muchtaruddin menyerahkan salinan teks Proklamasi. Tanggal 24 Agustus 1945 (jum’at pagi) rapat diadakan di kediaman A. Thalib Tyui (di rumah Nek Siin). Pada hari jum’at tanggal 24 Agustus 1945 bendera merah putih untuk pertama kalinya di kibarkan di puncak Masjid Raya Sungai Penuh oleh A. Thalib mantan Tyui (Letnan satu) Gyu-Gun. Sabtu tanggal 25 Agustus 1945 di adakan pengibaran bendera merah putih secara resmi dilapangan Sungai Bungkal (sekarang kantor DPRD Kerinci) dan di belakang asrama ex Jepang (sekarang kantor kodim 0417 Kerinci) Komite Nasional Indonesia (KNI) wilayah kerinci dibentuk pada pertengahan bulan September 1945 dengan ketuanya H. Adnan Thalib, berdasarkan keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan tanggal 22 Agustus 1945. Pada akhir bulan Desember 1945 A. Adnan Thalib diangkat oleh Presiden Sumatra Barat menjadi Demang (Wedana), maka ketua KNI di jabat oleh wakil ketua H. muchtaruddin.

Setelah keluarnya maklumat Wakil Presiden RI No. X tanggal 16-10-1945, realisasi maklumat Pemerintah tanggal 3-11-1945, berdirilah partai politik di Kerinci. Pada penghujung tahun1945, terbentuklah Laskar Rakyat di daerah Kerinci. Sementara itu dengan makin gawatnya situasi akibat tindakan Belanda yang bertentangan dengan persetujuan Lingkarjati, maka pemerintah Indonesia mengambil kebijakan antara lain mempersatukan semua pejuang bersenjata dibawah ini satu komando. Dengan penetapan Presiden RI tanggal 3 Juni 1947 seluruh pejuang bersenjata harus berada dalam satu wadah dan TRI di rubah menjadi TNI ( Tentara Nasional Indonesia), semua kelaskaran di bubarkan bergabung dengan TNI.

Pada tanggal 21 Agustus 1945 bala tentara Jepang Batalion Akiama Syose yang pada mulanya berkedudukan di Bukit Putus Tapan secara mendadak pindah ke Kerinci ( Sungai Penuh) dan sebagian pasukan ini di tetapkan di daerah Kayu Aro. Pada tanggal 23 Agustus 1945 A. Thalib menemui Akiyama Syose, kKomandan Pasukan Jepang itu, untuk berunding mengenai penyerahan persenjataan Jepang pada pemerintan RI. Tetapi amat di saying kan perundingan itu tidak berhasil dan permintaan A. Thalib di tolak oleh Nakano Tyui.

September 1945 terjadi duel senjata antara pejuang dengan tentara Jepang, pertempuran ini terjadi selama dua jam 30 menit dari pukul 14.30 sampai 16.00 WSU yang mengakibatkan dua orang gugur dan dua orang luka parah. Lusanya pada bulan September 1945 tersebut, dilakukanlah penyerbuan ke markas Jepang di Komandoi oleh A. Thalib tepat pada pukul 22.00 malam. Mayat-mayat tentara Jepang yang tewas ± 20 orang , kemudian mayat-mayat tersebut di kremasi (dibakar) di daerah Sako Duo (Kayu Aro) di daerah Muara Labuh. Pada kwartal pertama tahun 1946 keluar surat keputusan presiden Sumatra Barat tentang pengangkatan H. Adnan Thalib menjadi Demang Kerinci oleh karena itu untuk mengisi jabatan ketua komite Nasional Indonesia (KNI) di daerah kerinci yang lowong telah di pilih H. A. Rahman Dayah sebagai ketua KNI di daerah Kerinci.

Pada tanggal 1 Juni 1946 Komandan Batalion III Kerinci Mayor A. Thalib di promosikan menjadi Komandan Resimen II divisi IX di Sawah Lunto dengan pangkat Letnan Kolonel. Pada tanggal 28 Agustus 1946 Resimen II dijabat oleh Letnan Kolonel A. Thalib menggantikan Letnan Kolonel Dahlan Ibrahim.

Diakhir tahun 1946, Kpolisian Kerinci berubah menjadi Polisi Kabupaten Kerinci – Painan dengan pimpinannya Komisaris Klas II M. Nazir sedangkan para perwiranya antara lain adalah Inspektur II Memed dan Inspektur II Mawin . 18 desember 1947 sesuai dengan petunjuk dari Residen Sumatra Barat, maka di Kewedanan Kerinci dibentuklah Markas Pertahanan Rakyat Kewedanan Kerinci atau di singkat (MPRK), dengan komandannya langsung Kapten Marjisan Yunus, setelah tahun 1948 baru diserah terimakan dengan Letda Muradi.

Saat menjelang penyerahan kedaulatan oleh Belanda di Kerinci, para bekas Angkatan Perang dan Gerilya yang tersebar seluruh pelosok Kerinci, membentuk satu organisasi yang bernama Persatuan Ex Angkatan Perang RI (PAPRI). Peristiwa penyerahan Belanda di Sungai Penuh ialah dalam rangka melaksanakan perintah Panglima Divisi IX Brigade Banteng TNI Sumatra Tengah, yang menginstruksikan kepada Letkol A. Thalib berangkat keibukota Kabupaten PSK. Untuk menerima penyerahan wilayah Kerinci dari tangan Belanda ketangan Kerinci.

Perjuangan rakyat Kerinci mempertahankan kemerdekaan RI, telah menjelmakan Bumi Sakti Alam Kerinci menjadi sebuah kabupaten. Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Kerinci selama revolusi fisik, memiliki berbagai corak perjuangan yang heroik. Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag telah melenyapkan impian Belanda untuk menjajah kembali Indonesia, dan Bumi Alam Kerinci kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebagai daerah merdeka dibawah RI. Demikianlah sejarah perjuangan rakyat Kerinci mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.